CHATGPT DAN PYTHON
Mengetahui peran penting bahasa pemrograman python dalam aplikasi ChatGPT, sebuah aplikasi yang sedang menjadi topik hangat di masa kini.
Di zaman perkembangan teknologi yang semakin canggih ini, mungkin kata-kata "ChatGPT" sudah tidak asing lagi bukan? ChatGPT jadi primadona teknologi usai meluncur pertama kalinya pada akhir tahun 2022. Bahkan Sebuah survei mengungkap ternyata banyak warga Indonesia menggunakan bantuan chatbot kecerdasan buatan (AI) garapan OpenAI, ChatGPT. Hasil survei Boston Consulting Group (BCG) kepada 21.000 konsumen pada Agustus-September 2023 di 21 negara, termasuk Indonesia. Penggunaan ChatGPT oleh warga Indonesia mencetak angka 32%, ini menjadi jumlah tertinggi di negara-negara Asia Tenggara. Wah kita termasuk ke angka itu ngga ya? Jangan cuma asal pakai saja, kita juga harus tahu "riak rahasia" ChatGPT sebenarnya dan apa tujuan diciptakannya
A. Mengenal ChatGPT
Chat GPT (Generative Pre-training Transformer) adalah kecerdasan buatan yang cara kerjanya memakai format percakapan. Teknis sederhananya adalah seperti kita bertanya dengan guru di kelas, tetapi di Chat GPT kamu bertanya kepada AI dan secara otomatis memperoleh jawaban dalam waktu singkat.
Chat GPT merupakan produk dari perusahaan AI non profit bernama Open AI yang didirikan pada tahun 2015. Open AI diinisiasi oleh Elon Musk dan sejumlah tokoh terkenal di Silicon Valley, San Francisco, California seperti Reid Hoffman dan Sam Altman. Produk semacam chatbot diklaim bisa melakukan berbagai macam tugas dalam waktu singkat.
Tugas-tugas yang ditanyakan kepada Chat GPT umumnya seputar pekerjaan (misalnya membuat rumus excel, kode-kode coding, adan lainnya), pendidikan (membuat soal matematika dan jawabannya, membuat makalah/paper, dan lainnya) dan juga hal-hal yang receh (misalnya membuat jokes).
Fungsi utama dari Chat GPT adalah pemberi informasi. Yaps, dengan mengajukan pertanyaan tentang topik yang diinginkan menggunakan kata-kata kunci yang kemudian akan menjadi “prompts” atau perintah. Sayangnya, untuk saat ini, Chat GPT hanya mampu merekam informasi hingga maksimal tahun 2021, sehingga kamu belum bisa memperoleh informasi terbaru selain di kurun waktu tersebut. Selain memberikan informasi, Chat GPT juga mampu menjadi tempat pemberi saran yang baik. Yaps, sederhananya jika kamu ingin pergi dan bingung ingin memakai outfit apa, Chat GPT bisa memberikan saran tentang outfit tertentu, tempat makan yang disesuaikan dengan keinginanmu (murah, lokasi, tema), sampai rekomendasi film terbaru.
Nah, dibalik beribu fungsi yang helpful jangan sampai ChatGPT malah menjadikan kita lalai dan malas. Ada tugas langsung buka ChatGPT dan copas tanpa dibaca terlebih dahulu, itulah letak kesalahannya.
B. Pyhton
Dibalik ChatGPT yang "wow", ada peran Python yang mendampinginya. Ibarat partner, mereka sering berkaitan. Tapi tunggu sebentar, ayo berkenalan dengan Python terlebih dahulu!
Python merupakan bahasa pemrograman komputer yang biasa dipakai untuk membangun situs, software/aplikasi, mengotomatiskan tugas dan melakukan analisis data. Bahasa pemrograman ini termasuk bahasa tujuan umum. Artinya, ia bisa digunakan untuk membuat berbagai program berbeda, bukan khusus untuk masalah tertentu saja. Karena sifatnya yang serba guna dan mudah digunakan, ia menjadi bahasa pemrograman yang paling banyak digunakan. Terutama untuk mereka yang masih pemula.
Nama Python sendiri berasal dari Monty Python. Ketika Guido van Rossum membuatnya, dia juga sedang membaca skrip Sirkus Terbang Monty Python BBC. Menurutnya nama itu singkat dan sedikit misterius. Karena itulah, sang kreator memilih menggunakan nama tersebut untuk bahasa pemrograman yang dibuatnya itu.
C. Peran Python pada Aplikasi ChatGPT
ChatGPT sebagian besar ditulis dalam bahasa Python, TensorFlow, dan PyTorch. Ketiga bahasa pemrograman ini menyediakan kode dasar dan algoritme yang diperlukan agar ChatGPT dapat berfungsi dengan baik.
Selain bahasa-bahasa inti ini terdapat kerangka kerja tambahan seperti spaCy, Gensim, NLTK, dan OpenNMT-py yang semuanya membantu meningkatkan akurasi dan kemampuan sistem. Tetapi ada banyak pustaka lain seperti Dialogflow dan Wit.AI yang dapat digunakan bersama ChatGPT untuk meningkatkan fitur-fitur seperti pengenalan suara atau ringkasan teks.
ChatGPT menggunakan beberapa bahasa pemrograman yang berbeda, dari Python hingga TensorFlow, untuk menciptakan solusi chatbot yang komprehensif dengan efisiensi dan akurasi maksimum. Selain itu, ia memanfaatkan berbagai pustaka dan kerangka kerja sumber terbuka untuk memperluas kemampuannya lebih jauh lagi.
1. Pengembangan Model AI (Machine Learning & NLP)
Python digunakan untuk:
- Melatih Model GPT (Generative Pre-trained Transformer) dengan pustaka PyTorch dan TensorFlow. Pustaka ini menawarkan alat dan fungsi yang mempermudah proses pengembangan dan pelatihan model AI.
- Mengelola data pelatihan dengan pustaka seperti Pandas dan NumPy.
- Python digunakan untuk membersihkan, mengolah, dan melabeli dataset sebelum digunakan untuk melatih model bahasa besar (LLM).
- Optimasi model dengan teknik seperti fine-tuning menggunakan pustaka Hugging Face Transformers.
2. Backend API ChatGPT
OpenAI menyediakan API berbasis Python yang memberi peluang bagi pengembang mengintegrasikan ChatGPT ke dalam berbagai aplikasi, seperti chatbot, asisten virtual, dan layanan otomatisasi lainnya. API dapat diakses menggunakan pustaka Python seperti requests atau pustaka khusus OpenAI seperti openai.
Python juga digunakan untuk membangun chatbot berbasis ChatGPT yang dapat berjalan di Telegram, WhatsApp, Discord, atau aplikasi web. Framework seperti Flask dan FastAPI sering digunakan untuk membuat API chatbot berbasis Python.
3. Dengan pustaka seperti Pandas dan NumPy, Python memfasilitasi analisis data yang dihasilkan dari interaksi ChatGPT. Ini memungkinkan pengembang untuk mengevaluasi kinerja model, memahami pola interaksi pengguna, dan mengidentifikasi area untuk perbaikan.

0 Komentar